Tampilkan postingan dengan label Prudential News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prudential News. Tampilkan semua postingan

LPS Akan Tetap Terapkan Premi Berbasis Risiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tetap berencana menerapkan premi berbasis risiko dalam waktu dekat. Upaya tersebut untuk meningkatkan tata kelola perbankan menjadi lebih baik.
Ketua Dewan Komisioner LPS Heru Budiargo menjelaskan bank yang dinilai memiliki tingkat kesehatan lebih rendah akan dikenakan premi yang lebih besar.
"LPS berencana menerapkan premi berbasis risiko agar memberikan motivasi kepada bank-bank untuk mencapai standard kesehatan bank yang lebih baik sehingga menghasilkan potensi risiko yang lebih kecil," kata Heru saat memberikan sambutan Seminar on Banking Industry in An Extremely Dynamic World: Becoming Prosperous and Proper di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Rabu (26/9/2012).
Sekadar catatan, sebagaimana diamanatkan undang-undang, saat ini LPS menetapkan seluruh bank di Tanah Air untuk membayar premi penjaminan yang sama, yakni sebesar 0,2 persen dari total dana masyarakat yang dikumpulkan.

Melalui penerapan premi berbasis risiko, maka bank dengan tingkat kesehatan yang lebih baik akan membayar premi yang lebih kecil, demikian sebaliknya. Sedangkan untuk pengelolaan bank gagal dan melakukan klaim penjaminan kepada pemilik dana, LPS berencana menerapkan metode purchase and assumption, dimana pembayaran klaim penjaminan dilakukan dengan pengalihan sebagian asset dan liability bank gagal kepada bank lain yang bersedia mengambil alih.
"Hal ini memerlukan payung hukum yang memadai serta dukungan dari seluruh masyarakat perbankan dengan penerapan prinsip tertentu," tambahnya.

BNI-Prudential Kerjasama Pembayaran Premi Asuransi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) bekerjasama dengan Prudential Indonesia dalam pembayaran premi asuransi menggunakan fasilitas perbankan. Fasilitas tersebut adalah layanan pembayaran premi pemegang polis Prudential melalui autodebet BNI.
Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmadi Sutanto menjelaskan layanan ini juga akan melengkapi layanan pembayaran premi dari Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Ke depan, layanan akan diperluas melalui mobile atau sms banking dan phone plus.

"Dengan kerjasama ini, kami siap memberikan layanan pembayaran premi asuransi pada 1,4 juta nasabah Prudential Indonesia," kata Darmadi di kantor BNI46 Jakarta, Rabu (26/9/2012).
Sebenarnya kerjasama ini telah berjalan khususnya untuk melayani transaksi pembayaran premi asuransi Prudential Indonesia melalui ATM BNI. Transaksi melalui ATM tersebut sudah berjalan sejak 2009 dengan transaksi per bulan mencapai 64.000 transaksi. Selama ini, mekanisme pembayaran premi melalui autodebet dilakukan atas permintaan nasabah kepada BNI melalui BNI Call (Bank to Consumer).
Namun dengan kerjasama ini, konsumen Prudential yang juga menjadi nasabah BNI dapat dibantu untuk membayar premi setiap bulan hanya dengan mengisi formulir autodebet.

Saat ini, untuk tanggal pembayaran premi akan disesuaikan dengan keinginan nasabah serta disepakati oleh BNI dan Prudential. Sehingga nasabah akan dipermudah dalam melakukan transaksinya. Sementara pihak BNI dan Prudential akan menjadi lebih mudah dalam mengelola dana nasabahnya.

Presiden Direktur Prudential Indonesia William Kuan menjelaskan penyediaan ragam fasilitas ini akan memudahkan dan memberi kenyamanan nasabah Prudential dalam bertransaksi. "Dengan kerjasama ini, kami bisa memperluas akses terhadap fasilitas pembayaran premi bagi para nasabah," tambah William.
Hingga akhir Juni 2012, jumlah rekening tabungan BNI mencapai 13,5 juta nasabah dengan nilai dana Rp 82,4 triliun. Jumlah tersebut naik 14 persen dibanding tahun sebelumnya dengan 11,84 juta rekening serta naik 27 persen dibanding tahun sebelumnya Rp 64,77 triliun.

Peningkatan jumlah rekening dan tabungan ini tidak terlepas dari upaya BNI menggenjot layanan mulai BNI ATM, BNI Phoneplus, BNI Mobile Banking, BNI SMS Banking dan BNI Internet Banking.

Laba Prudential Capai Rp2,6 Triliun


Selain laba, Prudential juga mencatat aset naik 27,6% atau sebesar Rp30,9 triliun. Prudential tetap memperkuat posisinya di asuransi jiwa
Jakarta–PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mencetak laba setelah pajak sebesar Rp 2,6 triliun pada 2011, naik 13% dari tahun sebelumnya. Laba ini salah satunya didukung dari pendapatan premi pada tahun 2011 sebesar Rp14,84 triliun, naik 47% dibandingkan dengan pada 2010.
Selain laba, Prudential juga mencatat aset naik 27,6% atau sebesar Rp30,9 triliun. Sehingga Prudential memperkuat posisinya sebagai industri asuransi jiwa dalam menyediakan perlindungan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pertumbuhan ekonomi.
“Aset yang demikian itu merupakan terbesar diindustri asuransi jiwa. Kedepanya, kami upayakan untuk lebih baik lagi”, tutur Presiden Direktur Prudential Indonesia Wiliam Kuan, dalam konferensi pers, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 19 April 2012.
Ia mengatakan, kinerja Prudential ini terlihat baik dengan indikasi adanya kondisi keuangan yang sehat, terbukti dengan tingkat kesehatan keuangan Perusahaan yang disebut Risk-Based Capital (RBC) yang berada dilevel 548% pada penutupan 2011.
“Angka tersebut jauh diatas batasan minimum yang ditentukan oleh pemerintah sebesar 120%”, tandasnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan Partnership Distribution mencapai Rp2,4 triliun atau naik sebesar 84% bila dibandingkan pada tahun sebelumnya. “Kami bisa paparkan juga bahwa produk unit link tumbuh 48,5% yang sebesar Rp14,5 triliun. Kedepan, kami upayakan ada peningkatan yang lebih baik lagi diberbagai lini usaha kami”, tutupnya

Prudential Bukukan Premi Syariah Rp1,7 Triliun


Baiknya sisi syariah Prudential juga terlihat dari tingkat kesehatan keuangan Perusahaan yang disebut Risk-Based Capital (RBC) yang mencapai 72%, jauh diatas ketentuan pemerintah sebesar 5%. 
Jakarta–PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) membukukan total pendapatan premi syariah sebesar Rp1,7 triliun, naik 33% dari 2010. Dari jumlah tersebut pendapatan premi baru syariah tercatat sebesar Rp 850 miliar, tumbuh 114% dari tahun
sebelumnya.
“Kinerja sisi syariah yang baik ini akan terus kami upayakan meningkat pada tahun-tahun mendatang”, tandas Presiden Direktur Prudential Indonesia William Kuan, kepada wartawan, di Jakarta, Kamis, 19 April 2012.
Ia mengatakan, baiknya sisi syariah Prudential juga terlihat dari tingkat kesehatan keuangan Perusahaan yang disebut Risk-Based Capital (RBC) yang mencapai 72%, jauh diatas ketentuan pemerintah sebesar 5%.
“Sesuai dengan ketentuan pemerintah yang baru, yaitu 5%, tapi kami bisa gapai 72%”, terangnya.
Kendati demikian, dirinya enggan memberitahukan mengenai target premi syariah, beserta nasabah syariah yang diincar hingga 2012. “Kami berupaya meningkatkanya, tapi maaf kami tidak bisa berikan berapa angka nominalnya”, tutup William

Prudential Kelola Dana Rp27,5 Triliun


Dengan peningkatan total dana kelolaan tersebut, secara tidak langsung Prudential Indonesia membantu percepatan pembangunan ekonomi  dengan meletakan dana investasi ke pasar modal. Angga Bratadharma
Jakarta–PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mencatat total dana kelolaan selama 2011 sebesar Rp27,5 triliun, tumbuh 23% dari 2010. Dana tersebut dikelola Prudential kebeberapa sektor, yang salah satunya adalah meletakan dana investasi ke pasar modal.
“Peningkatan jumlah total dana kelolaan tersebut memposisikan Prudential Indonesia sebagai salah satu dari lima besar investor dipasar modal Indonesia”, ucap Presiden Direktur Prudential Indonesia Wiliam Kuan, dalam konferensi pers, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 19 April 2012.
Dengan peningkatan total dana kelolaan tersebut, secara tidak langsung Prudential Indonesia membantu percepatan pembangunan ekonomi  dengan meletakan dana investasi ke pasar modal.
“Ke depan kami sangat optimis dengan pertumbuhan bisnis kami, melihat faktor-faktor positif yang sangat menunjang, seperti kondisi perekonomian Indonesia yang kuat, penetrasi asuransi yang masih rendah serta semakin tumbuhnya kelas menengah dinegeri ini”, tandas Wiliiam.
Ia menambahkan, pada tahu ini Prudential Indonesia berencana untuk memperluas dukungannya terhadap masyarakat Indonesia dengan memperkenalkan gerakan “A Million Hearts for A Million Dreams” atau satu Juta Hati untuk Satu Juta Mimpi.
“Inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan selama tiga tahun ini merupakan wujud nyata dari tanggung jawab Prudential Indonesia untuk membantu masyarakat Indonesia dengan fokus pada anak-anak, wanita dan publik pada umumnya”, terang William.
Prudential Indonesia juga mencatat jumlah tenaga pemasaran lebih dari 143 ribu atau meningkat 68% dari tahun sebelumnya. Jumlah tersebut merupakan 56% dari seluruh agen di Indonesia yang tercatat sebanyak 258 ribu orang

Prudential Indonesia Bayar Klaim Asuransi Rp1,4 Triliun


Total tenaga pemasaran Prudential Indonesia mencapai lebih dari 155 ribu atau naik 62% dari tahun sebelumnya. Jumlah tersebut merepresentasikan 60% dari total jumlah agen berlisensi di Indonesia yang tercatat sebanyak 258 ribu orang.  Rully Ferdian
Jakarta-PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mencatat peningkatan pembayaran total klaim dan manfaat menjadi lebih dari Rp1,4 triliun pada kuartal pertama 2012 atau naik 74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara total pendapatan premi mencapai Rp4,3 triliun, naik 38% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2011 sebesar Rp3,1 triliun.
Dalam keterangan pers-nya, di Jakarta, Selasa, 29 Mei 2012, disebutkan, kinerja Prudential Indonesia juga didukung oleh pertumbuhan pendapatan premi bisnis baru sebesar Rp2,4 triliun, atau tumbuh sebesar 40% dibandingkan periode yang sama pada 2011.
“Perolehan ini, termasuk di dalamnya, ditopang oleh pendapatan dari premi bisnis baru syariah yang berkontribusi secara signifikan sebesar Rp245 miliar, atau naik 29%, yang sekaligus menguatkan kepemimpinan Prudential di industri asuransi jiwa syariah,” kata Presiden Direktur Prudential Indonesia William Kuan, dalam keterangan pers-nya, di Jakarta, Selasa, 29 Mei 2012.
Menurutnya, total Pendapatan Premi Partnership Distribution tumbuh sebesar 161% menjadi Rp835 miliar dibandingkan kuartal pertama 2011. Prestasi tersebut memberikan kontribusi sebesar 19% terhadap total pendapatan premi keseluruhan pada kuartal pertama 2012. “Hal ini secara spesifik didorong oleh pertumbuhan bisnis bancassurancesebesar 200%,” jelas Kuan.
Sementara itu, pada kuartal pertama 2012, total tenaga pemasaran Prudential Indonesia mencapai lebih dari 155 ribu atau naik 62% dari tahun sebelumnya. Jumlah tersebut merepresentasikan 60% dari total jumlah agen berlisensi di Indonesia yang tercatat sebanyak 258 ribu orang.
“Kami optimis terhadap potensi pertumbuhan perusahaan dengan bertambahnya jumlah nasabah kami yang mencapai lebih dari 1,5 juta nasabah dan dengan kinerja kuat bisnis kami di kuartal pertama 2012 ini. Kami juga secara konsisten menjaga dan mengembangkan kualitas layanan serta sumber daya perusahaan dalam upaya memenuhi kepuasan para nasabah,” jelas Kuan.
“Ke depan, Prudential Indonesia akan terus berinovasi dalam layanan serta dalam menyediakan ragam produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah,” tambahnya

Prudential Indonesia Rangkul 85 Ribu Agen Berlisensi Selama 2010


Jakarta–Agen masih menjadi ujung tombak perusahaan asuransi jiwa dalam mengakuisisi nasabah. Beberapa perusahaan asuransi jiwa mengakui bahwa agen asuransi masih menjadi tenaga pemasar utama.
Hal senada juga diakui PT. Prudential Indonesia dalam menentukan agen pemasaran sebagai ujung tombak dalam memasarkan produk asuransi.
“Saluran distribusi keagenan kami terus mengalami peningkatan baik peningkatan dari sisi kuantitas maupun kualitas,” kata Presiden Direktur Prudential Indonesia, William Kuan, kepada wartawan, seusai pemaparan kinerja Prudential Indonesia selama 2010, di Jakarta, Selasa, 19 April 2011.
Dia menambahkan, distribusi keagenan merupakan saluran utama bagi Prudential dan telah mengkontribusi 87% dari total aset.
“Sampai akhir 2010, lebih dari 85.000 agen yang dimiliki Prudential Indonesia. Agen tersebut telah berlisensi,” jelasnya.
Berdasarkan data dari AAJI, lanjutnya, angka lebih dari 85.000  itu merupakan 44% dari seluruh agen di asuransi jiwa.
Sementara itu, selain menggunakan agen dalam memasarkan produk asuransi jiwa kepada masyarakat. Prudential juga menggunakan channel distribusi lain untuk memasarkan produk Prudential tersebut.
Saluran distribusi tersebut adalah bekerjasama dengan perbankan. “Saluran distribusi menggunakan bank ini baru dimulai pada 2008. Namun, hasilnya sudah membuat pertumbuhan total pendapatan premi secara keseluruhan mencapai 38,9%,” ujar William.
“Bank yang telah bekerjasama dengan Prudential sebanyak 7 bank,” tegasnya.