LPS Akan Tetap Terapkan Premi Berbasis Risiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tetap berencana menerapkan premi berbasis risiko dalam waktu dekat. Upaya tersebut untuk meningkatkan tata kelola perbankan menjadi lebih baik.
Ketua Dewan Komisioner LPS Heru Budiargo menjelaskan bank yang dinilai memiliki tingkat kesehatan lebih rendah akan dikenakan premi yang lebih besar.
"LPS berencana menerapkan premi berbasis risiko agar memberikan motivasi kepada bank-bank untuk mencapai standard kesehatan bank yang lebih baik sehingga menghasilkan potensi risiko yang lebih kecil," kata Heru saat memberikan sambutan Seminar on Banking Industry in An Extremely Dynamic World: Becoming Prosperous and Proper di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Rabu (26/9/2012).
Sekadar catatan, sebagaimana diamanatkan undang-undang, saat ini LPS menetapkan seluruh bank di Tanah Air untuk membayar premi penjaminan yang sama, yakni sebesar 0,2 persen dari total dana masyarakat yang dikumpulkan.

Melalui penerapan premi berbasis risiko, maka bank dengan tingkat kesehatan yang lebih baik akan membayar premi yang lebih kecil, demikian sebaliknya. Sedangkan untuk pengelolaan bank gagal dan melakukan klaim penjaminan kepada pemilik dana, LPS berencana menerapkan metode purchase and assumption, dimana pembayaran klaim penjaminan dilakukan dengan pengalihan sebagian asset dan liability bank gagal kepada bank lain yang bersedia mengambil alih.
"Hal ini memerlukan payung hukum yang memadai serta dukungan dari seluruh masyarakat perbankan dengan penerapan prinsip tertentu," tambahnya.

BNI-Prudential Kerjasama Pembayaran Premi Asuransi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) bekerjasama dengan Prudential Indonesia dalam pembayaran premi asuransi menggunakan fasilitas perbankan. Fasilitas tersebut adalah layanan pembayaran premi pemegang polis Prudential melalui autodebet BNI.
Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmadi Sutanto menjelaskan layanan ini juga akan melengkapi layanan pembayaran premi dari Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Ke depan, layanan akan diperluas melalui mobile atau sms banking dan phone plus.

"Dengan kerjasama ini, kami siap memberikan layanan pembayaran premi asuransi pada 1,4 juta nasabah Prudential Indonesia," kata Darmadi di kantor BNI46 Jakarta, Rabu (26/9/2012).
Sebenarnya kerjasama ini telah berjalan khususnya untuk melayani transaksi pembayaran premi asuransi Prudential Indonesia melalui ATM BNI. Transaksi melalui ATM tersebut sudah berjalan sejak 2009 dengan transaksi per bulan mencapai 64.000 transaksi. Selama ini, mekanisme pembayaran premi melalui autodebet dilakukan atas permintaan nasabah kepada BNI melalui BNI Call (Bank to Consumer).
Namun dengan kerjasama ini, konsumen Prudential yang juga menjadi nasabah BNI dapat dibantu untuk membayar premi setiap bulan hanya dengan mengisi formulir autodebet.

Saat ini, untuk tanggal pembayaran premi akan disesuaikan dengan keinginan nasabah serta disepakati oleh BNI dan Prudential. Sehingga nasabah akan dipermudah dalam melakukan transaksinya. Sementara pihak BNI dan Prudential akan menjadi lebih mudah dalam mengelola dana nasabahnya.

Presiden Direktur Prudential Indonesia William Kuan menjelaskan penyediaan ragam fasilitas ini akan memudahkan dan memberi kenyamanan nasabah Prudential dalam bertransaksi. "Dengan kerjasama ini, kami bisa memperluas akses terhadap fasilitas pembayaran premi bagi para nasabah," tambah William.
Hingga akhir Juni 2012, jumlah rekening tabungan BNI mencapai 13,5 juta nasabah dengan nilai dana Rp 82,4 triliun. Jumlah tersebut naik 14 persen dibanding tahun sebelumnya dengan 11,84 juta rekening serta naik 27 persen dibanding tahun sebelumnya Rp 64,77 triliun.

Peningkatan jumlah rekening dan tabungan ini tidak terlepas dari upaya BNI menggenjot layanan mulai BNI ATM, BNI Phoneplus, BNI Mobile Banking, BNI SMS Banking dan BNI Internet Banking.

Ber-asuransi, mau pilih asuransi jenis apa?



allianz_02.jpg
Pernah mendengar nama “asuransi takaful” ? atau mungkin pernah mendengar “asuransi prudential” atau “asuransi allianz”..? Nah apa beda antara keduanya?
Orang bilang bahwa asuransi takaful adalah asuransi syariah. Sedangkan asuransi prudential atau allianz itu bukan syariah. Dimana perbedaannya? Kenapa disebut syariah, dan kenapa bukan syariah?? Berikut pembahasannya:
A. Definisi Asuransi Syariah Menurut DSN ( التعريف بالتأمين الإسلامي عند الهيئة الشرعية الوطنية )
Asuransi Syariah (Ta’min, Takaful atau Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang/ pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan / atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.
Akad yang sesuai dengan syariah adalah yang tidak mengandung gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba, dzulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram dan maksiat.
B. Diantara Cikal Bakal Asuransi Syariah ( النشأة الموجزة للتأمين الإسلامي )
- Al-Aqila ( العاقلة )
Yaitu saling memikul atau bertanggung jawab untuk keluarganya. Jika salah satu anggota suku terbunuh oleh anggota suku yang lain, pewaris korban akan dibayar dengan uang darah (diyat) sebagai konpensasi saudara terdekat dari terbunuh. Saudara terdekat dari pembunuh disebut aqilah. Lalu mereka mengumpulkan dana (al-kanzu) yang diperuntukkan membantu keluarga yang terlibat dalam pembunuhan tidak sengaja.
- Al-Muwalah ( المولاة )
Yaitu perjanjian jaminan. Penjamin menjamin seseroang yang tidak memiliki waris dan tidak diketahui ahli warisnya. Penjamin setuju untuk menanggung bayaran dia, jika orang yang dijamin tersebut melakukan jinayah. Apabila orang yang dijamin meninggal, maka penjamin boleh mewarisi hartanya sepanjang tidak ada ahli warisnya.
C. Dasar-Dasar SyarÂ’i Asuransi Syariah ( الأدلة الشرعية لبناء التأمين الشرعي )
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”
Ayat ini menggambarkan kepada kita tentang pentingnya planning atau perencanaan yang matang dalam mempersiapkan hari depan. Nabi Yusuf as, dicontohkan dalam Al-Qur’an membuat sistem proteksi menghadapi kemungkinan yang buruk di masa depan (QS. Yusuf/ 12 : 43 – 49)
2) Bahwa berasuransi tidak berarti menolak takdir.
Berasuransi tidaklah berarti menolak takdir atau menghilangkan ketawakalan kepada Allah SWT, karena :
Karena segala sesuatunya terjadi setelah berpikir dengan baik, bekerja dengan penuh kesungguhan, teliti dan cermat.
Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, semuanya ditentukan oleh Allah SWT. Adapun manusia hanya diminta untuk berusaha semaksimal mungkin.
Allah SWT berfirman QS.
Attaghabun/ 64 : 11
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللَّهِ
“Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah.”
Jadi pada dasarnya Islam mengakui bahwa kecelakaan, musibah dan kematian merupakan qodho dan qodar Allah yang tidak dapat ditolak. Hanya kita diminta untuk membuat perencanaan hari depan (QS. A-Hasyr/ 59 : 18)
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
والحمد لله رب العالمين
Rikza Maulan Lc MA
Sekretaris Dewan Pengawas Syariah
—————
D. Asuransi syariah memiliki beberapa ciri utama:
1. Akad asuransi syari’ah adalah bersifat tabarru’, sehingga tidak mengenal premi melainkan infaq ata sumbangan. Dan sumbanganyang diberikan tidak boleh ditarik kembali.
Atau jika tidak tabarru’, maka andil yang dibayarkan akan berupa tabungan yang akan diterima jika terjadi peristiwa, atau akan diambil jika akad berhenti sesuai dengan kesepakatan, dengan tidak kurang dan tidak lebih. Atau jika lebih maka kelebihan itu adalah kentungan hasil mudhorobah bukan riba.
2. Akad asuransi ini bukan akad mulzim (perjanjian yang wajib dilaksanakan) bagi kedua belah pihak. Karena pihak anggota ketika memberikan sumbangan tidak bertujuan untuk mendapat imbalan, dan kalau ada imbalan, sesungguhnya imbalan tersebut didapat melalui izin yang diberikan oleh jama’ah (seluruh peserta asuransi atau pengurus yang ditunjuk bersama).
3. Dalam asuransi syari’ah tidak ada pihak yang lebih kuat karena semua keputusan dan aturan-aturan diambil menurut izin jama’ah seperti dalam asuransi takaful.
4. Akad asuransi syari’ah bersih dari gharar dan riba. Sebab perusahaan asuransi diharamkan berinvestasi dengan cara konvensonal yang ribawi. Hanya boleh menggunakan sistem syariah, yaitu bagi hasil.
Selain itu jenis usahanya pun harus dipilih yang halal, tidak boleh misalnya untuk pabrik minuman keras, rokok, usah hiburan maksiat dan sebagainya.
5. Asuransi syariah bernuansa kekeluargaan yang kental.
E. Dari segi keuntungan duniawi maupun ukhrawi, asuransi syariah memiliki keunggulan.
a. Prinsip akad asuransi syariah adalah takafuli (tolong-menolong). Di mana nasabah yang satu menolong nasabah yang lain yang tengah mengalami kesulitan. Sedangkan akad asuransi konvensional bersifat tadabuli (jual-beli antara nasabah dengan perusahaan).
b. Dana yang terkumpul dari nasabah perusahaan asuransi syariah (premi) diinvestasikan berdasarkan syariah dengan sistem bagi hasil (mudharabah). Sedangkan pada asuransi konvensional, investasi dana dilakukan pada sembarang sektor dengan sistem bunga.
c. Premi yang terkumpul diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Sedangkan pada asuransi konvensional, premi menjadi milik perusahaan dan perusahaan-lah yang memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan pengelolaan dana tersebut.
d. Bila ada peserta yang terkena musibah, untuk pembayaran klaim nasabah dana diambilkan dari rekening tabarru (dana sosial) seluruh peserta yang sudah diikhlaskan untuk keperluan tolong-menolong. Sedangkan dalam asuransi konvensional, dana pembayaran klaim diambil dari rekening milik perusahaan.
e. Keuntungan investasi dibagi dua antara nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan selaku pengelola, dengan prinsip bagi hasil. Sedangkan dalam asuransi konvensional, keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan. Jika tak ada klaim, nasabah tak memperoleh apa-apa.
f. Adanya Dewan Pengawas Syariah dalam perusahaan asuransi syariah yang merupakan suatu keharusan. Dewan ini berperan dalam mengawasi manajemen, produk serta kebijakan investasi supaya senantiasa sejalan dengan syariat Islam. Adapun dalam asuransi konvensional, maka hal itu tidak mendapat perhatian.

Penghargaan Prudential Tahun 2011


"Asuransi Jiwa Terbaik 2012" untuk kategori perusahaan asuransi jiwa dengan aset di atas Rp 15 triliun dalam acara “Investor Awards 2012” dari Majalah Investor.
Indonesia Insurance Award 2012 untuk kategori “The Most Innovative Life Insurance Company in Developing Unit Link Products” oleh majalah Business Review
"World Quality Achievement 2012" untuk kategori Asuransi Jiwa -- Prudential dengan predikat Bintang 5
"World Quality Achievement 2012" untuk kategori Unit Link -- Prudential dengan predikat Bintang 5


Penghargaan "Corporate Image Award 2012 - Indonesia's Most Admired Companies (IMAC)" untuk keenam kalinya dalam kategori "Life Insurance - Asset >1 Trillion" dari majalah Bloomberg BusinessWeek & Frontier Consulting Group.
Penghargaan "Indonesia Most Favorite Youth Brand 2012" untuk kategori Produk Keuangan dan Asuransi Kesehatan dari MarkPlus Inc dan Marketeers.
klik untuk memperbesar
Piagam Penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas Rekor Backdrop Video Mapping Indoor Terpanjang.
klik untuk memperbesar
Penghargaan "The Best of Indonesia Service to Care Champion 2012" untuk kategori asuransi dari Marketeers bekerja sama dengan lembaga riset Markplus Insight.
klik untuk memperbesar
Penghargaan "Indonesia Most Favorable Brand in Social Media 2012" untuk kategori asuransi dari majalah SWA, SITTI, OMG dan Isobar.
klik untuk memperbesar
"Call Center Award 2012" untuk kategori asuransi jiwa yang meraih predikat "Baik" dalam performa layanan, dari majalah Service Excellence bekerja sama dengan konsultan kualitas pelayanan, Carre-CCSL.
klik untuk memperbesar
"Top Brand Award 2012" untuk kategori asuransi jiwa dari Majalah Marketing bekerja sama dengan Frontier Consulting Group.
klik untuk memperbesar
“Peringkat 3 - Digital Life Insurance Company Brand” dalam penganugerahan Digital Brand of The Year Award 2011 yang diselenggarakan oleh majalah Infobank.
klik untuk memperbesar
"Celent Model Insurer Award, Asia 2011", untuk kategori "Business Process Management" dari Celent, organisasi bisnis dan riset internasional, bagi perusahaan asuransi jiwa, kesehatan maupun umum teratas di Asia Pasifik, yang mampu menciptakan inovasi teknologi dalam mencapai tujuan bisnisnya di 2011. Prudential Indonesia merupakan satu-satunya institusi finansial dari Indonesia yang menerima penghargaan bergengsi ini.
klik untuk memperbesar

Penghargaan Prudential Tahun 2012


"Asuransi Jiwa Terbaik 2012" untuk kategori perusahaan asuransi jiwa dengan aset di atas Rp 15 triliun dalam acara “Investor Awards 2012” dari Majalah Investor.
klik untuk memperbesar
Indonesia Insurance Award 2012 untuk kategori “The Most Innovative Life Insurance Company in Developing Unit Link Products” oleh majalah Business Review
klik untuk memperbesar
"World Quality Achievement 2012" untuk kategori Asuransi Jiwa -- Prudential dengan predikat Bintang 5
klik untuk memperbesar
"World Quality Achievement 2012" untuk kategori Unit Link -- Prudential dengan predikat Bintang 5
klik untuk memperbesar
Penghargaan "Corporate Image Award 2012 - Indonesia's Most Admired Companies (IMAC)" untuk keenam kalinya dalam kategori "Life Insurance - Asset >1 Trillion" dari majalah Bloomberg BusinessWeek & Frontier Consulting Group.
klik untuk memperbesar
Penghargaan "Indonesia Most Favorite Youth Brand 2012" untuk kategori Produk Keuangan dan Asuransi Kesehatan dari MarkPlus Inc dan Marketeers.
klik untuk memperbesar
Piagam Penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas Rekor Backdrop Video Mapping Indoor Terpanjang.
klik untuk memperbesar
Penghargaan "The Best of Indonesia Service to Care Champion 2012" untuk kategori asuransi dari Marketeers bekerja sama dengan lembaga riset Markplus Insight.
klik untuk memperbesar
Penghargaan "Indonesia Most Favorable Brand in Social Media 2012" untuk kategori asuransi dari majalah SWA, SITTI, OMG dan Isobar.
klik untuk memperbesar
"Call Center Award 2012" untuk kategori asuransi jiwa yang meraih predikat "Baik" dalam performa layanan, dari majalah Service Excellence bekerja sama dengan konsultan kualitas pelayanan, Carre-CCSL.
klik untuk memperbesar
"Top Brand Award 2012" untuk kategori asuransi jiwa dari Majalah Marketing bekerja sama dengan Frontier Consulting Group.
klik untuk memperbesar
“Peringkat 3 - Digital Life Insurance Company Brand” dalam penganugerahan Digital Brand of The Year Award 2011 yang diselenggarakan oleh majalah Infobank.
klik untuk memperbesar
"Celent Model Insurer Award, Asia 2011", untuk kategori "Business Process Management" dari Celent, organisasi bisnis dan riset internasional, bagi perusahaan asuransi jiwa, kesehatan maupun umum teratas di Asia Pasifik, yang mampu menciptakan inovasi teknologi dalam mencapai tujuan bisnisnya di 2011. Prudential Indonesia merupakan satu-satunya institusi finansial dari Indonesia yang menerima penghargaan bergengsi ini.
klik untuk memperbesar

Penghargaan Prudential Tahun 2005


"Asuransi Jiwa Terbaik 2012" untuk kategori perusahaan asuransi jiwa dengan aset di atas Rp 15 triliun dalam acara “Investor Awards 2012” dari Majalah Investor.
klik untuk memperbesar
Indonesia Insurance Award 2012 untuk kategori “The Most Innovative Life Insurance Company in Developing Unit Link Products” oleh majalah Business Review
klik untuk memperbesar
"World Quality Achievement 2012" untuk kategori Asuransi Jiwa -- Prudential dengan predikat Bintang 5
klik untuk memperbesar
"World Quality Achievement 2012" untuk kategori Unit Link -- Prudential dengan predikat Bintang 5
klik untuk memperbesar
Penghargaan "Corporate Image Award 2012 - Indonesia's Most Admired Companies (IMAC)" untuk keenam kalinya dalam kategori "Life Insurance - Asset >1 Trillion" dari majalah Bloomberg BusinessWeek & Frontier Consulting Group.
klik untuk memperbesar
Penghargaan "Indonesia Most Favorite Youth Brand 2012" untuk kategori Produk Keuangan dan Asuransi Kesehatan dari MarkPlus Inc dan Marketeers.
klik untuk memperbesar
Piagam Penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas Rekor Backdrop Video Mapping Indoor Terpanjang.
klik untuk memperbesar
Penghargaan "The Best of Indonesia Service to Care Champion 2012" untuk kategori asuransi dari Marketeers bekerja sama dengan lembaga riset Markplus Insight.
klik untuk memperbesar
Penghargaan "Indonesia Most Favorable Brand in Social Media 2012" untuk kategori asuransi dari majalah SWA, SITTI, OMG dan Isobar.
klik untuk memperbesar
"Call Center Award 2012" untuk kategori asuransi jiwa yang meraih predikat "Baik" dalam performa layanan, dari majalah Service Excellence bekerja sama dengan konsultan kualitas pelayanan, Carre-CCSL.
klik untuk memperbesar
"Top Brand Award 2012" untuk kategori asuransi jiwa dari Majalah Marketing bekerja sama dengan Frontier Consulting Group.
klik untuk memperbesar
“Peringkat 3 - Digital Life Insurance Company Brand” dalam penganugerahan Digital Brand of The Year Award 2011 yang diselenggarakan oleh majalah Infobank.
klik untuk memperbesar
"Celent Model Insurer Award, Asia 2011", untuk kategori "Business Process Management" dari Celent, organisasi bisnis dan riset internasional, bagi perusahaan asuransi jiwa, kesehatan maupun umum teratas di Asia Pasifik, yang mampu menciptakan inovasi teknologi dalam mencapai tujuan bisnisnya di 2011. Prudential Indonesia merupakan satu-satunya institusi finansial dari Indonesia yang menerima penghargaan bergengsi ini.
klik untuk memperbesar

Laba Prudential Capai Rp2,6 Triliun


Selain laba, Prudential juga mencatat aset naik 27,6% atau sebesar Rp30,9 triliun. Prudential tetap memperkuat posisinya di asuransi jiwa
Jakarta–PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mencetak laba setelah pajak sebesar Rp 2,6 triliun pada 2011, naik 13% dari tahun sebelumnya. Laba ini salah satunya didukung dari pendapatan premi pada tahun 2011 sebesar Rp14,84 triliun, naik 47% dibandingkan dengan pada 2010.
Selain laba, Prudential juga mencatat aset naik 27,6% atau sebesar Rp30,9 triliun. Sehingga Prudential memperkuat posisinya sebagai industri asuransi jiwa dalam menyediakan perlindungan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pertumbuhan ekonomi.
“Aset yang demikian itu merupakan terbesar diindustri asuransi jiwa. Kedepanya, kami upayakan untuk lebih baik lagi”, tutur Presiden Direktur Prudential Indonesia Wiliam Kuan, dalam konferensi pers, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 19 April 2012.
Ia mengatakan, kinerja Prudential ini terlihat baik dengan indikasi adanya kondisi keuangan yang sehat, terbukti dengan tingkat kesehatan keuangan Perusahaan yang disebut Risk-Based Capital (RBC) yang berada dilevel 548% pada penutupan 2011.
“Angka tersebut jauh diatas batasan minimum yang ditentukan oleh pemerintah sebesar 120%”, tandasnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan Partnership Distribution mencapai Rp2,4 triliun atau naik sebesar 84% bila dibandingkan pada tahun sebelumnya. “Kami bisa paparkan juga bahwa produk unit link tumbuh 48,5% yang sebesar Rp14,5 triliun. Kedepan, kami upayakan ada peningkatan yang lebih baik lagi diberbagai lini usaha kami”, tutupnya

Prudential Bukukan Premi Syariah Rp1,7 Triliun


Baiknya sisi syariah Prudential juga terlihat dari tingkat kesehatan keuangan Perusahaan yang disebut Risk-Based Capital (RBC) yang mencapai 72%, jauh diatas ketentuan pemerintah sebesar 5%. 
Jakarta–PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) membukukan total pendapatan premi syariah sebesar Rp1,7 triliun, naik 33% dari 2010. Dari jumlah tersebut pendapatan premi baru syariah tercatat sebesar Rp 850 miliar, tumbuh 114% dari tahun
sebelumnya.
“Kinerja sisi syariah yang baik ini akan terus kami upayakan meningkat pada tahun-tahun mendatang”, tandas Presiden Direktur Prudential Indonesia William Kuan, kepada wartawan, di Jakarta, Kamis, 19 April 2012.
Ia mengatakan, baiknya sisi syariah Prudential juga terlihat dari tingkat kesehatan keuangan Perusahaan yang disebut Risk-Based Capital (RBC) yang mencapai 72%, jauh diatas ketentuan pemerintah sebesar 5%.
“Sesuai dengan ketentuan pemerintah yang baru, yaitu 5%, tapi kami bisa gapai 72%”, terangnya.
Kendati demikian, dirinya enggan memberitahukan mengenai target premi syariah, beserta nasabah syariah yang diincar hingga 2012. “Kami berupaya meningkatkanya, tapi maaf kami tidak bisa berikan berapa angka nominalnya”, tutup William

Prudential Kelola Dana Rp27,5 Triliun


Dengan peningkatan total dana kelolaan tersebut, secara tidak langsung Prudential Indonesia membantu percepatan pembangunan ekonomi  dengan meletakan dana investasi ke pasar modal. Angga Bratadharma
Jakarta–PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mencatat total dana kelolaan selama 2011 sebesar Rp27,5 triliun, tumbuh 23% dari 2010. Dana tersebut dikelola Prudential kebeberapa sektor, yang salah satunya adalah meletakan dana investasi ke pasar modal.
“Peningkatan jumlah total dana kelolaan tersebut memposisikan Prudential Indonesia sebagai salah satu dari lima besar investor dipasar modal Indonesia”, ucap Presiden Direktur Prudential Indonesia Wiliam Kuan, dalam konferensi pers, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 19 April 2012.
Dengan peningkatan total dana kelolaan tersebut, secara tidak langsung Prudential Indonesia membantu percepatan pembangunan ekonomi  dengan meletakan dana investasi ke pasar modal.
“Ke depan kami sangat optimis dengan pertumbuhan bisnis kami, melihat faktor-faktor positif yang sangat menunjang, seperti kondisi perekonomian Indonesia yang kuat, penetrasi asuransi yang masih rendah serta semakin tumbuhnya kelas menengah dinegeri ini”, tandas Wiliiam.
Ia menambahkan, pada tahu ini Prudential Indonesia berencana untuk memperluas dukungannya terhadap masyarakat Indonesia dengan memperkenalkan gerakan “A Million Hearts for A Million Dreams” atau satu Juta Hati untuk Satu Juta Mimpi.
“Inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan selama tiga tahun ini merupakan wujud nyata dari tanggung jawab Prudential Indonesia untuk membantu masyarakat Indonesia dengan fokus pada anak-anak, wanita dan publik pada umumnya”, terang William.
Prudential Indonesia juga mencatat jumlah tenaga pemasaran lebih dari 143 ribu atau meningkat 68% dari tahun sebelumnya. Jumlah tersebut merupakan 56% dari seluruh agen di Indonesia yang tercatat sebanyak 258 ribu orang

Prudential Indonesia Bayar Klaim Asuransi Rp1,4 Triliun


Total tenaga pemasaran Prudential Indonesia mencapai lebih dari 155 ribu atau naik 62% dari tahun sebelumnya. Jumlah tersebut merepresentasikan 60% dari total jumlah agen berlisensi di Indonesia yang tercatat sebanyak 258 ribu orang.  Rully Ferdian
Jakarta-PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mencatat peningkatan pembayaran total klaim dan manfaat menjadi lebih dari Rp1,4 triliun pada kuartal pertama 2012 atau naik 74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara total pendapatan premi mencapai Rp4,3 triliun, naik 38% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2011 sebesar Rp3,1 triliun.
Dalam keterangan pers-nya, di Jakarta, Selasa, 29 Mei 2012, disebutkan, kinerja Prudential Indonesia juga didukung oleh pertumbuhan pendapatan premi bisnis baru sebesar Rp2,4 triliun, atau tumbuh sebesar 40% dibandingkan periode yang sama pada 2011.
“Perolehan ini, termasuk di dalamnya, ditopang oleh pendapatan dari premi bisnis baru syariah yang berkontribusi secara signifikan sebesar Rp245 miliar, atau naik 29%, yang sekaligus menguatkan kepemimpinan Prudential di industri asuransi jiwa syariah,” kata Presiden Direktur Prudential Indonesia William Kuan, dalam keterangan pers-nya, di Jakarta, Selasa, 29 Mei 2012.
Menurutnya, total Pendapatan Premi Partnership Distribution tumbuh sebesar 161% menjadi Rp835 miliar dibandingkan kuartal pertama 2011. Prestasi tersebut memberikan kontribusi sebesar 19% terhadap total pendapatan premi keseluruhan pada kuartal pertama 2012. “Hal ini secara spesifik didorong oleh pertumbuhan bisnis bancassurancesebesar 200%,” jelas Kuan.
Sementara itu, pada kuartal pertama 2012, total tenaga pemasaran Prudential Indonesia mencapai lebih dari 155 ribu atau naik 62% dari tahun sebelumnya. Jumlah tersebut merepresentasikan 60% dari total jumlah agen berlisensi di Indonesia yang tercatat sebanyak 258 ribu orang.
“Kami optimis terhadap potensi pertumbuhan perusahaan dengan bertambahnya jumlah nasabah kami yang mencapai lebih dari 1,5 juta nasabah dan dengan kinerja kuat bisnis kami di kuartal pertama 2012 ini. Kami juga secara konsisten menjaga dan mengembangkan kualitas layanan serta sumber daya perusahaan dalam upaya memenuhi kepuasan para nasabah,” jelas Kuan.
“Ke depan, Prudential Indonesia akan terus berinovasi dalam layanan serta dalam menyediakan ragam produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah,” tambahnya

Prudential Indonesia Rangkul 85 Ribu Agen Berlisensi Selama 2010


Jakarta–Agen masih menjadi ujung tombak perusahaan asuransi jiwa dalam mengakuisisi nasabah. Beberapa perusahaan asuransi jiwa mengakui bahwa agen asuransi masih menjadi tenaga pemasar utama.
Hal senada juga diakui PT. Prudential Indonesia dalam menentukan agen pemasaran sebagai ujung tombak dalam memasarkan produk asuransi.
“Saluran distribusi keagenan kami terus mengalami peningkatan baik peningkatan dari sisi kuantitas maupun kualitas,” kata Presiden Direktur Prudential Indonesia, William Kuan, kepada wartawan, seusai pemaparan kinerja Prudential Indonesia selama 2010, di Jakarta, Selasa, 19 April 2011.
Dia menambahkan, distribusi keagenan merupakan saluran utama bagi Prudential dan telah mengkontribusi 87% dari total aset.
“Sampai akhir 2010, lebih dari 85.000 agen yang dimiliki Prudential Indonesia. Agen tersebut telah berlisensi,” jelasnya.
Berdasarkan data dari AAJI, lanjutnya, angka lebih dari 85.000  itu merupakan 44% dari seluruh agen di asuransi jiwa.
Sementara itu, selain menggunakan agen dalam memasarkan produk asuransi jiwa kepada masyarakat. Prudential juga menggunakan channel distribusi lain untuk memasarkan produk Prudential tersebut.
Saluran distribusi tersebut adalah bekerjasama dengan perbankan. “Saluran distribusi menggunakan bank ini baru dimulai pada 2008. Namun, hasilnya sudah membuat pertumbuhan total pendapatan premi secara keseluruhan mencapai 38,9%,” ujar William.
“Bank yang telah bekerjasama dengan Prudential sebanyak 7 bank,” tegasnya.

Asuransi Kesehatan Di Indonesia

 Asuransi kesehatan adalah sebuah jenis produk asuransi yang secara khusus menjamin biaya kesehatan atau perawatan para anggota asuransi tersebut jika mereka jatuh sakit atau mengalami kecelakaan. Secara garis besar ada dua jenis perawatan yang ditawarkan perusahaan-perusahaan asuransi, yaitu rawat inap (in-patient treatment) dan rawat jalan (out-patient treatment).


Produk asuransi kesehatan diselenggarakan baik oleh perusahaan asuransi sosial, perusahaan asuransi jiwa, maupun juga perusahaan asuransi umum.


Di Indonesia, PT Askes Indonesia merupakan salah satu perusahaan asuransi sosial yang menyelenggarakan asuransi kesehatan kepada para anggotanya yang utamanya merupakan para pegawai negeri baik sipil maupun non-sipil. Anak-anak mereka juga dijamin sampai dengan usia 21 tahun. Para pensiunan beserta istri ataupun suami juga dijamin seumur hidup.


Di luar golongan tersebut pemerintah juga menyediakan program asuransi kesehatan kepada warga berpenghasilan rendah, kini disebut Jamkesmas, jaminan kesehatan masyarakat, di samping program itu yang dibiayai oleh APBN, sejumlah pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota juga punya program serupa yaitu Jamkesda dan Jamkesos seperti, antara lain, di kabupaten Musi Banyuasin pada 2002, Jembrana sejak 2003 di DIY sejak 2003 dan provinsi Sumatra Selatan, di sana disebut Jamsoskes, sejak awal januari 2009 walaupun pada awal maret 2010 pemerintah pusat mengkaji kemungkinan melarang pembiayaan asuransi kesehatan lewat APBD


Pada tahun 2009, 116,8 juta dari sekitar 230 juta penduduk Indonesia memiliki asuransi kesehatan disediakan baik oleh PT Askes Indonesia, PT Jamsostek, PT Asabri maupun lewat program Jamkesmas atau asuransi lain
Beberapa perusahaan asuransi kerugian dan asuransi jiwa telah memasarkan pula program-program asuransi kesehatan dengan berbagai macam varian yang berbeda. Pada umumnya perusahaan asuransi yang menyelenggarakan program asuransi kesehatan bekerja sama dengan provider rumah sakit baik secara langsung maupun melalui institusi perantara sebagai asisten manajemen jaringan rumah sakit.

Apa Asuransi Prudential itu?

adalah produk dari Prudential plc yang merupakan sebuah grup jasa keuangan internasional terkemuka yang menyediakan jasa keuangan ritel dan pengelolaan dana di pasar-pasar pilihan: Inggris, Amerika, Asia dan Eropa kontinental. Prudential telah menyediakan jasa asuransi jiwa di Inggris selama lebih dari 163 tahun dan memiliki produk dana jangka panjang terbesar di Inggris selama lebih dari satu abad. Saat ini (per 31 Desember 2010), Prudential memiliki lebih dari 21 juta nasabah di seluruh dunia dan mengelola dana lebih dari US$ 502 milyar (Rp. 4.782 trilyun).
Di Inggris, Prudential adalah penyedia jasa asuransi jiwa dan dana pensiun terkemuka yang menawarkan berbagai produk keuangan ritel. M&G adalah pengelelola dana Prudential di Inggris dan Eropa, yang mengelola dana lebih dari US$ 330 milyar. Jackson National Life, yang diakuisisi Prudential pada tahun 1986, adalah penyedia jasa tabungan jangka panjang dan dana pensiun terkemuka bagi nasabah ritel dan institusi di Amerika. Di Asia, Prudential adalah perusahaan asuransi jiwa terkemuka dari Eropa yang memiliki jaringan bisnis yang tersebar di 12 negara: Cina, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand dan Vietnam.

Mengapa Asuransi Itu Penting?

Ada satu hal yang selalu dihadapi oleh setiap insan di dunia ini, yaitu risiko. Risiko selalu ada karena ketidaktahuan kita atas kondisi yang akan terjadi di kemudian hari. Karena sifatnya yang demikian, maka akan membuat setiap pilihan menjadi dua sisi yang berjalan bersamaan dan beriringan, yaitu sisi risiko dan sisi keuntungan. Sebagai contoh, apabila kita memutuskan untuk menggunakan mobil, maka kita akan terhindar dari risiko kehujanan dan kepanasan. Tetapi kita akan bertemu dengan risiko kecelakaan dan kerusakan mobil. Contoh lain, apabila kita memutuskan untuk bekerja keras, maka kita kemungkinan akan diuntungkan dengan mendapatkan uang lebih banyak, tetapi kita dihadapkan pada risiko terkena penyakit karena kurang menjaga kondisi tubuh. Pertanyaannya, apakah risiko dapat dikurangi?
Konsep asuransi datang atas kebutuhan tersebut, di mana setiap manusia membutuhkan ketenangan dalam hidupnya. Dan umumnya, manusia merasakan ketenangan tersebut ketika menyadari bahwa mereka sedang berada pada jalur yang mengandung sedikit atau minim risiko. Dan bisnis asuransi ada untuk menjembatani hal tersebut, di mana seseorang dapat mengalihkan risiko yang dihadapinyake perusahaan asuransi. Untuk mendapatkan pertanggungan atas risiko yang dihadapinya tersebut, seseorang harus membayar sejumlah premi kepada perusahaan asuransi yang mana besarannya tergantung kepada besar kecilnya risiko yang dialihkan kepada penanggung (perusahaan asuransi).

Seperti apa Sejarah Prudential?

 Prudential Inc merupakan salah satu perusahaan asuransi terbesar di dunia yang memiliki kantor perusahaan di seluruh dunia.
banyak orang yang tidak mengertahui sejarah awal perusahaan ini dari awal berdiri hingga saat ini.
Prudential memiliki sejarah panjang hingga menjadi salah satu perusahaan raksasa tingkat dunia  yaitu sebagai berikut :
1848
Prudential didirikan pada 30 May 1848 di Hatton Garden, London, Inggris. Perusahaan ini didirikan dengan nama “Prudential Mutual Assurance Investment and Loan Association” dengan core bisnis asuransi jiwa dan pinjaman bagi kelas ekonomi menengah di Inggris saat itu.
1854
Setelah melakukan bisnis pada kelas mengengah Prudential melakukan langkah yang berani untuk membuka asuransi jenis baru yaitu asuransi industri, yang ditujukan kepada para pekerja industri. Dimana premi di mulai dari 1 Penny. Prudential adalah yang pertama mengembangkan bisnis asuransi dengan Agent Agent nya yang menjual asuransi Door to Door.
Asuransi ini di kemas bersamaan dengan Investasi yang menarik, dan proses administrasi yang efisien.
1856
Pertama kalinya di perkenalkan oleh Prudential Sebuah Polis Yang Tercetak tentang ketentuan ketentuan asuransi Prudential.
Produk baru ini membuka market yang luar biasa besar bagi bisnis asuransi Prudential.

1860
Prudential Mengakuisisi Perusahaan Asuransi saingan terbesarnya, “The British Industry Life Assurance Company” dan berubah nama menjadi “The British Prudential Assurance Company.”
1865
Prudential kembali mengakuisisi Perusahaan Asuransi Saingan nya “The Consolidated Life Assurance Company“. Dan menjadikan Prudential sebagai Perusahaan Asuransi Terbesar Di Inggris pada era tahun 1860 an.